Pentingnya Pusat Studi STEM Education di Unsyiah

Spread the love

Berada pada abad 21 merupakan masa dimana sains dan teknologi sudah berkembang dengan sangat pesatnya. Sehingga sains dan teknologi telah mengubah banyak pola dan tatanan hidup umat manusia termasuk persaingan yang semakin ketat, global, dan kompleks. Hasil survei PISA (Program for International Student Assesment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) masih menempatkan Indonesia pada urutan bawah.

Perkembangan dunia pendidikan yang sangat cepat akibat teknologi mengharuskan Indonesia untuk menyesuaikan metode pembelajaran dan kurikulum supaya dapat bersaing pada era global di abad 21. Sekolah harus mampu menyiapkan anak didik yang memiliki kemampuan menghadapi persaingan global di abad 21. Untuk meningkatkan minat dan kemampuan belajar sains dan matematika maka perlu pendekatan komprehensif dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi serta proses engineering (rekayasa) dalam proses pembelajaran. Pendekatan terpadu secara tematik intergratif ini telah banyak digunakan di negara maju yang dinamakan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) atau disebut juga STEM Education. Oleh karena itu, Indonesia harus menggunakan metode pembelajaran STEM  supaya mampu meningkatkan mutu pendidikan di peringkat dunia.

Kurikulum Nasional 2013 telah mencoba melakukan pendekatan tematik intergratif, namun belum optimalnya pemanfaatan teknologi dan tidak melibatkan pendekatan engineering proses sehingga masih banyak menghadapi kendala dan hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman kami tentang ISLE (Investigative Science Learning Environment) maka disusun proposal tentang Intergrating ISLE in Integrated Science Instruction to Improve  Science Teacher’s Abilities on STEM Education. Proposal tersebut telah disetujui pendanaannya dari USAID melalui program PEER (Partnership for Enhanced Engagement in Research) selama tiga tahun (2017-2020). Dalam kegiatan tersebut akan ada survei, pengadaan alat, pelatihan, kunjungan, seminar Internasional, dan pembetukan STEM Center.

Kegiatan STEM ini secara intensif akan melibatkan FKIP, FMIPA, dan FT. karena ada unsur sains dan teknologi sehingga fakultas eksakta lainnya seperti Fakultas Teknik, pertanian, dan kedokteran dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Untuk mewadahi kegiatan besar STEM dan menjamin keberlanjutannya, perlu mensinergikan unsur-unsur terkait yang ada di Unsyiah ke dalam bentuk Pusat Studi STEM. Pusat Studi STEM akan melakukan kegiatan dan penelitian tentang pembelajaran Sains dengan penggunaan Teknologi yang melibatkan kegiatan proses Engineering dan perhitungan Matematika secara terpadu dan tematik. Dengan adanya Pusat Studi STEM ini Unsyiah akan menjadi pelopor pembelajaran sains yang mudah sekaligus menarik yang nantinya akan meningkatkan mutu pendidikan di Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

Ketua Pusat Studi STEM

Irwandi, Ph.D

wandiufo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *